Jumat, 01 Mei 2009

G-20 (The Group of Twenty)

G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.


Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. Selanjutnya disingkat G-20.


Latar belakang pembentukan forum ini berawal dari terjadinya Krisis Keuangan 1998 dan pendapat yang muncul pada forum G-7 mengenai kurang efektifnya pertemuan itu bila tidak melibatkan kekuatan-kekuatan ekonomi lain agar keputusan–keputusan yang mereka buat memiliki pengaruh yang lebih besar dan mendengarkan kepentingan-kepentingan yang barangkali tidak tercakup dalam kelompok kecil itu. Jenis organisasi ini adalah sebuah organisasi yang berkarakterkan Forum konsultasi. Adapun tujuannya adalah "Mewadahi negara-negara industri dan berkembang secara bersama-sama mendiskusikan berbagai masalah kunci di bidang ekonomi dunia."



Rabu, 22 April 2009

Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah

Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) bekerja sama dengan Experience Consulting telah mengadakan Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah pada hari Minggu (19/04). Acara yang diikuti lebih dari lima puluh peserta ini merupakan sebagai pengetahuan lebih awal mengenai cara-cara, teknik, serta tips and trick dalam menghadapi psikotes perbankan syariah.


Pihak dari Experience Consulting mengatakan bahwa tingkat kemiripan soal-soal psikotes tersebut dengan psikotes yang ada diperbankan adalah 75 persen sama. Dengan begitu para peserta dapat pengetahuan dan pengalaman lebih awal jika nantinya akan melamar di perusahaan tertentu. Acara yang dimulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari UIN Jakarta saja, tapi juga terdapat mahasiswa dari Jogjakarta dan mahasiswa S2.

Selasa, 31 Maret 2009

SDM yang Mampu Mengembangkan Sistem Syariah

Pendahuluan


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala pemilik alam semesta yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya di alam ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, seorang pemimpin yang telah berhasil memadukan kecerdasan intelektual,emosional, dan spiritual sehingga menjadi seorang suri tauladan yang baik bagi umatnya.


SDM atau Sumber Daya Manusia merupakan salah satu elemen penting yang harus ada dalam sebuah institusi atau perusahaan. Dalam dunia perbankan khususnya perbankan syariah perlu adanya SDM yang bukan hanya pandai dalam aspek ilmu ekonomi dan keuangan secara umum, tapi juga harus memiliki penguasaan ilmu syari’ah yang memadai. BI sendiri telah melansir bahwa industri keuangan syari’ah khususnya perbankan membutuhkan paling tidak 40.000 sumber daya manusia jika ingin mengejar pertumbuhan asset hingga 5 persen pada tahun 2008.



Selasa, 17 Maret 2009

Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Kacang, Teh Botol, dan Jamu

Oleh: Riza Rizky Pratama (CEO Lisensi 08-09)


Baru-baru ini mungkin teman-teman sudah melihat iklan baru khususnya di media elektronik, tiga perusahaan nasional negeri ini yang meluncurkan iklan bersama dengan tajuk penguatan ekonomi domestik di tengah terpaan krisis global. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT. Dua Kelinci, PT. Sosro, dan PT. Sido Muncul.


Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa ketiga perusahaan tersebut telah banyak memproduksi barang yang sudah cukup akrab dengan kehidupan kita sehari-hari khususnya sebagai mahasiswa. Bagi pencinta bola misalnya pasti tak lengkap rasanya jika sedang menonton bola tidak ditemani dengan kacang garing Dua Kelinci. Khusus penggemar bakso pasti di samping mangkok baksonya biasa disuguhkan teh botol Sosro. Atau pun bagi mahasiswa yang cinta begadang pasti salah satu ramuan rahasia penghilang masuk anginnya yaitu dengan minum Tolak Angin.



Senin, 16 Maret 2009

Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global

[caption id="attachment_17" align="aligncenter" width="300" caption="Ali Sakti (Junior Researcher BI) dan Riza Rizky Pratama (CEO 08-09)"]Ali Sakti (Junior Researcher BI) dan Riza Rizky Pratama (CEO 08-09)[/caption]

Kajian perdana Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) pada semester genap ini menghadirkan Ali Sakti, S.E., M.Ec. (Junior Researcher Bank Indonesia) sebagai pembicara. Tema yang diusung oleh Departemen Keilmuan dan Riset adalah mengenai “Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global”. Acara yang dilaksanakan di Masjid Al-Jami’ah pada hari Sabtu (14/03) ini dihadiri sekitar 25 orang.


Sejalan dengan tema yang diangkat, Ali Sakti memberikan perkembangan terbaru bdiang ekonomi-politik. Ketika mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai rancangan ekonomi syariah untuk membantu meningkatkan perekonomian syariah di hadapan Dewan Penasihat Presiden, rancangan tersebut, Insya Allah, akan dilanjutkan kepada Presiden SBY.



Senin, 02 Februari 2009

Fatwa Haram Rokok: Dilematika Maslahat?

Oleh: Riza Rizky Pratama


Baru-baru ini MUI telah mengadakan Forum Ijtima Ulama Komisi Fatwa III se-Indonesia yang digelar di Padang Panjang, Sumatera Barat di mana dalam forum tersebut berhasil menetapkan 24 fatwa baru di antaranya tentang fatwa terkait rokok.


Forum Ijtima Ulama menetapkan dua hukum dasar pada benda 9 cm ini yaitu Haram dan Makruh. Seperti yang dijelaskan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Ma’ruf Amin bahwa rokok diharamkan khusus bagi anak-anak dan ibu hamil. Selain itu, para ulama juga mengharamkan aktivitas merokok di tempat umum.


Pembahasan alot pun terjadi ketika para peserta forum menyatakan keberatannya seputar pengharaman rokok ini. Salah satu di antaranya yakni Ketua MUI Kudus, M. Syafiq Nashan menegaskan, jika rokok diharamkan akan sangat berdampak besar bagi masyarakat Kudus. Seperti yang kita ketahui bahwa Kudus merupakan kota yang menggantungkan hidupnya dari rokok. Warga penduduknya banyak yang bekerja sebagai petani tembakau dan menjadi buruh di pabrik-pabrik rokok.



Minggu, 01 Februari 2009

Training Akuntansi Syariah Bersama CIRTIE

Hari Sabtu kemarin (31/1) merupakan momen berharga bagi Lisensi untuk menunjukkan semangat keilmuannya dalam bidang ekonomi Islam. Bekerja sama dengan CIRTIE (The Center of Information, Research and Training for Islamic Economy), Lisensi mendapat kesempatan untuk merasakan training pendahuluan mengenai akuntansi syariah. Training ini diikuti oleh lebih dari 20 pengurus Lisensi.


Trainer akuntansi ini adalah Zulkarnain Rifai, yang pernah bekerja di Bank Muamalat dan Karim Business Consulting serta sekarang memimpin Micra, sebuah lembaga konsultasi usaha mikro. Meskipun terjadi keterlambatan waktu, namun acara ini tetap diikuti dengan antusias oleh peserta. Terlebih dalam acara ini dilakukan beberapa simulasi permainan mengenai akad-akad syariah.


Karena training ini merupakan training pendahuluan atau training uji coba, maka acara ini tidak berlansung lama. Namun Lisensi mendapat pengalaman baru, khususnya dalam bidang akuntansi syariah. Kami berharap acara ini dapat meningkatkan semangat Lisensi untuk terus meningkatkan keilmuannya dan untuk kemudian mengikuti training lanjutannya.