Minggu, 07 Juni 2009

Belajar ke Museum Bank Indonesia

museum_bi

Bagi sebagian orang, jalan-jalan ke museum merupakan tempat yang membosankan dan terkesan kuno. Tapi menurut Lisensi, museum merupakan tempat rekreasi—yang tentu dapat menghilangkan kejenuhan—dan yang terpenting adalah tempat belajar. Tempat yang dipilih untuk rihlah kali ini adalah Museum Bank Indonesia (MBI).


Hari Minggu (7/06), sekitar 12 orang dari pengurus Lisensi berkunjung ke MBI dan belajar mengenai Bank Indonesia khususnya dan perekonomian Indonesia secara makro pada umumnya. Di sana kami belajar mengenai asal mula berdirinya Bank Indonesia, peran Bank Indonesia, teknik dan pengetahuan pengumpulan mata uang (numismatics) dan lain-lain.


Di awal kami memasuki ruang playmotion untuk menangkap koin-koin mata uang yang berterbangan. Setelah itu kami diajak untuk menyaksikan film tentang sejarah Bank Indonesia mulai dari zaman awal kedatangan bangsa Eropa hingga peran BI pada masa sekarang. Ruang terakhir yang dikunjungi adalah ruang numismatik dan ruang sejarah.



Minggu, 17 Mei 2009

Kembalinya P3EI

Sabtu, 16 Mei 2009 yang lalu merupakan hari bersejarah bagi jajaran kepengurusan LiSEnSi periode 2008-2009 karena setelah sekian lama akhirnya kami bisa bertemu P3EI (Pusat Pengembangan dan Pengkajian Ekonomi Islam). Pertemuan kemarin menjadi tonggak penguatan kembali ukhuwah antara kami dengan P3EI.

Selama ini kami merasa berjuang sendiri karena P3EI sibuk mengurusi ranah dakwah EKIS di tempat lain. Ketiadaan mereka untuk sementara tidak membuat nyali kami ciut untuk terus memperjuangkan tentang nilai-nilai ekonomi Islam yang kami yakini selama ini. Kami menganggap fase kemarin adalah sebuah tahap pendewasaan bagi kami untuk lebih mantap dan mandiri dalam mengemban misi dakwah ekonomi Islam di kampus kami yang oleh sebagian besar orang saat ini dianggap sebagai kampus liberal diikuti berbagai penamaan negatif lainnya.

Sore itu kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melepas kangen kepada P3EI dengan cara menceritakan apa saja karya-karya kecil namun berharga yang telah kami perbuat selama ini. Kami pun tak segan untuk mengungkap sebagian impian kami yang belum terwujud. Didukung dengan suasana yang damai dan teduh di tengah hiruk pikuk kota Jakarta kami pun bercanda tawa bersama-sama.

Setelah mendengar cerita kami, mereka memberi kesan yang dalam atas apa yang kami perjuangkan selama ini. Bahkan mereka merasa "malu" karena sudah tidak lama menanyakan kabar anaknya selama ini. Tapi pertemuan sore itu menjadi pembayar atas ketiadaan komunikasi yang terjadi di antara kami.

Mereka mungkin sudah mengganggap kami anak yang beranjak dewasa sehingga mereka berpikir bahwa sudah saatnya untuk mendidik kami menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi Islam ke depan. Dan... sore itu pun ditutup manis dengan pernyataan sikap mereka yang akan senantiasa mendukung dakwah ekonom Islam di rumah kami tercinta, UIN Syarif Hidayatullah.

Kami pun berjanji akan berusaha sekuat mungkin untuk membantu mereka dalam menyebarkan nilai-nilai luhur ekonomi Islam. Sahabat, nilai kemanfaatan yang ada pada diri kita sedang ditunggu banyak orang, ayo kita dahulukan tindakan agar mereka merasakan nilai-nilai itu!

ga ada sejarahnya kita lahir dari P3EI, LiSENSI itu karena prakarsa kaka2 kita yg dulu seprti ka Iman, bang sabeth, ka sunni, mba uci, mba enen, mba apri jd..kita bukan dilahirin sm P3EI, posisi kita di P3EI itu hanya pd jaman kepengurusan harun ketua lisensi 2005, posisi ini karena adanya sebuah tawaran karena memang selama ini org2 LISENSI suka membantu kegiatan P3EI, hingga akhirnya kita gabung u menjadi LSOnya P3EI..gitu deh ^_^

Jumat, 01 Mei 2009

G-20 (The Group of Twenty)

G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.


Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. Selanjutnya disingkat G-20.


Latar belakang pembentukan forum ini berawal dari terjadinya Krisis Keuangan 1998 dan pendapat yang muncul pada forum G-7 mengenai kurang efektifnya pertemuan itu bila tidak melibatkan kekuatan-kekuatan ekonomi lain agar keputusan–keputusan yang mereka buat memiliki pengaruh yang lebih besar dan mendengarkan kepentingan-kepentingan yang barangkali tidak tercakup dalam kelompok kecil itu. Jenis organisasi ini adalah sebuah organisasi yang berkarakterkan Forum konsultasi. Adapun tujuannya adalah "Mewadahi negara-negara industri dan berkembang secara bersama-sama mendiskusikan berbagai masalah kunci di bidang ekonomi dunia."



Rabu, 22 April 2009

Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah

Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) bekerja sama dengan Experience Consulting telah mengadakan Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah pada hari Minggu (19/04). Acara yang diikuti lebih dari lima puluh peserta ini merupakan sebagai pengetahuan lebih awal mengenai cara-cara, teknik, serta tips and trick dalam menghadapi psikotes perbankan syariah.


Pihak dari Experience Consulting mengatakan bahwa tingkat kemiripan soal-soal psikotes tersebut dengan psikotes yang ada diperbankan adalah 75 persen sama. Dengan begitu para peserta dapat pengetahuan dan pengalaman lebih awal jika nantinya akan melamar di perusahaan tertentu. Acara yang dimulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari UIN Jakarta saja, tapi juga terdapat mahasiswa dari Jogjakarta dan mahasiswa S2.

Selasa, 31 Maret 2009

SDM yang Mampu Mengembangkan Sistem Syariah

Pendahuluan


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala pemilik alam semesta yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya di alam ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, seorang pemimpin yang telah berhasil memadukan kecerdasan intelektual,emosional, dan spiritual sehingga menjadi seorang suri tauladan yang baik bagi umatnya.


SDM atau Sumber Daya Manusia merupakan salah satu elemen penting yang harus ada dalam sebuah institusi atau perusahaan. Dalam dunia perbankan khususnya perbankan syariah perlu adanya SDM yang bukan hanya pandai dalam aspek ilmu ekonomi dan keuangan secara umum, tapi juga harus memiliki penguasaan ilmu syari’ah yang memadai. BI sendiri telah melansir bahwa industri keuangan syari’ah khususnya perbankan membutuhkan paling tidak 40.000 sumber daya manusia jika ingin mengejar pertumbuhan asset hingga 5 persen pada tahun 2008.



Selasa, 17 Maret 2009

Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Kacang, Teh Botol, dan Jamu

Oleh: Riza Rizky Pratama (CEO Lisensi 08-09)


Baru-baru ini mungkin teman-teman sudah melihat iklan baru khususnya di media elektronik, tiga perusahaan nasional negeri ini yang meluncurkan iklan bersama dengan tajuk penguatan ekonomi domestik di tengah terpaan krisis global. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT. Dua Kelinci, PT. Sosro, dan PT. Sido Muncul.


Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa ketiga perusahaan tersebut telah banyak memproduksi barang yang sudah cukup akrab dengan kehidupan kita sehari-hari khususnya sebagai mahasiswa. Bagi pencinta bola misalnya pasti tak lengkap rasanya jika sedang menonton bola tidak ditemani dengan kacang garing Dua Kelinci. Khusus penggemar bakso pasti di samping mangkok baksonya biasa disuguhkan teh botol Sosro. Atau pun bagi mahasiswa yang cinta begadang pasti salah satu ramuan rahasia penghilang masuk anginnya yaitu dengan minum Tolak Angin.



Senin, 16 Maret 2009

Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global

[caption id="attachment_17" align="aligncenter" width="300" caption="Ali Sakti (Junior Researcher BI) dan Riza Rizky Pratama (CEO 08-09)"]Ali Sakti (Junior Researcher BI) dan Riza Rizky Pratama (CEO 08-09)[/caption]

Kajian perdana Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) pada semester genap ini menghadirkan Ali Sakti, S.E., M.Ec. (Junior Researcher Bank Indonesia) sebagai pembicara. Tema yang diusung oleh Departemen Keilmuan dan Riset adalah mengenai “Masa Depan Perekonomian Indonesia Pasca Krisis Global”. Acara yang dilaksanakan di Masjid Al-Jami’ah pada hari Sabtu (14/03) ini dihadiri sekitar 25 orang.


Sejalan dengan tema yang diangkat, Ali Sakti memberikan perkembangan terbaru bdiang ekonomi-politik. Ketika mendapat tugas untuk membuat presentasi mengenai rancangan ekonomi syariah untuk membantu meningkatkan perekonomian syariah di hadapan Dewan Penasihat Presiden, rancangan tersebut, Insya Allah, akan dilanjutkan kepada Presiden SBY.