Selasa, 31 Januari 2012
Kamis, 05 Januari 2012
ICDIF-LPPI Terima Kunjungan Ilmiah Mahasiswa UIN Jakarta
Perkembangan dunia perbankan dan keuangan syariah di tanah air yang semakin tumbuh pesat mendorong keingintahuan lebih dalam mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang tergabung dalam Lingkar Studi Ekonomi Syariah (LiSEnSi) untuk berdiskusi lebih dalam tentang dunia perbankan dan keuangan syariah dengan International Center for Development in Islamic Finance (ICDIF) LPPI.
Bertemakan Kunjungan Ilmiah, 61 orang mahasiswa UIN ini diterima oleh Kepala Divisi Konsultasi dan Pengembangan Keuangan Syariah ICDIF-LPPI Chamida Nurhidayati beserta jajaran di Ruang Amphiteater 101 - Kampus Bumi LPPI, Senin (21/11) lalu.
Kunjungan setengah hari ini diisi oleh diskusi dan tanya jawab dari para peserta kepada narasumber dari ICDIF-LPPI yang diwakili oleh Kepala Bagian Operasional Program Keuangan Syariah Helda Rahmi Sina beserta staff yang mengulas tentang prospek, tantangan dan hambatan serta upaya untuk lebih memajukan perbankan syariah di tanah air.
Menurut Helda, ICDIF-LPPI berupaya semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan perbankan syariah kepada mahasiswa maupun ke sekolah-sekolah dengan tujuan agar pemahaman tentang perbankan syariah dapat diterima dan dipahami sedini mungkin. Sehingga, kemajuan industri perbankan syariah di tanah air dapat diimbangi oleh sumber daya insani yang memiliki pengetahuan dan pengalaman memadai.
Diharapkan setelah kunjungan ilmiah mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah ini, upaya untuk memajukan perbankan dan keuangan syariah di tanah air dapat lebih tersosialisasi lebih luas dan terarah mengingat Indonesia merupakan negara dengan populasi yang mayoritas memeluk agama Islam. (adm/tp)
#dimuat di kolom website ICDIF-LPPI (Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia) http://www.lppi.or.id/index.php/module/Blog/sub/4/id/icdif-lppi-terima-kunjungan-ilmiah-mahasiswa-uin-jakarta
Rabu, 07 Desember 2011
Minggu, 20 November 2011
Selasa, 19 Oktober 2010
Kamis, 07 Oktober 2010
Undangan Kajian Ekonomi Islam Syawal (KEISYA)
bismillahirrahmanirrahim ,
" Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. " (QS. MUHAMMAD : 7 )
“ Sesungguhnya Allah mencintai orang – orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan – akan seperti suatu bangunan yang kokoh. ” ( QS. AS-SAFF : 4 )
Jumat, 11 Juni 2010
Good Service for Character Building
Perusahaan boleh saja mengalokasikan jutaan bahkan miliaran rupiah untuk promosi produk/jasa yang dihasilkan lewat iklan. Tapi, promosi yang paling efektif justru melalui word of mouth alias mulut ke mulut. Hal itu dapat terjadi jika kepuasan pelanggan akan produk yang dihasilkan terpenuhi karena pelanggan yang puas akan menjadi juru bicara produk secara lebih efektif dan meyakinkan (Hermawan Katajaya: 2007). Kepuasan pelanggan mustahil terjadi tanpa servis yang prima sebagai salah satu variable independen yang mempengaruhi penjualan.
Nah teman-teman, mari kita kupas seluk beluk dari servis ini. Servis seringkali dimaknai sebatas layanan sebelum, selama dan sesudah transaksi. Padahal, servis maknanya sangat luas dan dapat dikembangkan ke berbagai kemasan. Dengan servis, kita dapat memberikan solusi kepada konsumen seiring perkembangan zaman yang dinamis, contoh Nokia 810 Car Phone, salah satu produk handphone terbaru nokia yang melayani kebutuhan komunikasi di dalam mobil.
Isu Global Tentang Kapitalisme
Sebelum mengenal uang kertas manusia terlebih dahulu mengenal barter untuk memenuhi kebutuhannya. Ikan ditukar padi, kerbau ditukar sapi, garam ditukar rotan, dsb. Setelah itu manusia mengenal logam mulia sebagai alat transaksi, logam mulai dalam hal ini adalah emas dan perak. Pada masa Rasulullah, emas dan perak yang digunakan untuk melakukan transaksi. Emas dalam bentuk dinar, dan perak dalam bentuk dirham, dengan rasio 3 dinar sama dengan 7 dirham. Sebenarnya Rasulullah bukan orang pertama yang menggunakan dinar atau dirham. Mata uang dinar sebenarnya adalah mata uang Byzantium atau Romawi, sedangkan mata uang dirham adalah mata uang Persia. Hal ini membuktikan bahwa anggapan yang menyebutkan dinar dan dirham adalah berasal dari Islam adalah salah. Keduanya bukan dari Islam. Hal ini membuktikan bahwa Islam bukan sebuah agama yang mengagungkan simbolitas, namun Islam melihat substansi yang sangat luar biasa yang bisa mendatangkan keadilan dari suatu sistem meskipun sistem tersebut bukan dari Islam.
Selasa, 08 Juni 2010
Tab "Download" Baru di Blog Lisensi
Alhamdulillah, di pengurusan LiSEnSi 2010-2011 berinisiatif untuk mengunggah file-file hasil kajian yang telah kami lakukan pada setiap pekannya. File-file tersebut kami unggah di tab khusus yakni tab "download file", sahabat LiSEnSi bisa mengunduhnya secara gratis dengan mengklik file yang diinginkan. File kajian yang kami unggah rata-rata berekstensi .pdf, silakan sahabat untuk mengunduhnya!
Terima kasih.
Senin, 17 Mei 2010
Selasa, 15 Desember 2009
Knowledge, Piety, Integrity: Sebuah Tinjauan Nurani
Oleh: Riza Rizky Pratama
Slogan di atas akhir-akhir ini telah kehilangan maknanya. Gedung biru itu sudah tegak berdiri. Seolah menunjukkan bahwa slogan tersebut adalah dikotomi konkrit bahwa agama Islam hanya dibatasi pada ruang ritual dan ruang ilmu tanpa pernah menyapa ruang amal khususnya ekonomi. Tapi ada hal lain yang terus menggelitik hati sebelum gedung itu berdiri. Sebuah percakapan pembuka antara sahabat saya dengan Pak Rektor via sms. Kurang lebih begini isinya:
A: Pak, mengapa tidak memilih bank syariah sebagai penyedia layanan keuangan mahasiswa tetapi malah memilih Bank Mandiri?
K: Pertama, bank syariah belum murni syariah. Kedua, pelayanannya belum baik. Ketiga, hHal ini sudah merupakan keputusan Dewan Pakar Universitas dan mengikuti ketentuan Depag.
Minggu, 22 November 2009
UIN Jakarta akan Bentuk Lab Asuransi Syariah
Sinergi antara dunia kampus dan industri keuangan syariah kian diperlukan seiring dengan berkembangnya industri tersebut di Indonesia, termasuk industri asuransi syariah. Untuk meningkatkan sinergi dengan industri itu, UIN Syarif Hidayatullah pun kini menjajaki untuk membentuk laboratorium asuransi syariah.
Ketua Program Studi Muamalah UIN Syarif Hidayatullah, Euis Amalia, mengatakan untuk praktik asuransi syariah di UIN sebenarnya sudah memiliki mata kuliah praktikum asuransi syariah, aktuaria dan underwriting, namun untuk laboratorium asuransi syariah belum dibangun secara terpisah. "Laboratorium asuransi syariah sekarang lagi proses, kita sedang merancang softwarenya. Insya Allah tahun ini laboratorium sudah jalan," kata Euis kepada Republika, Jumat (13/11).
Untuk laboratorium dan praktikum asuransi syariah UIN bekerja sama dengan Takaful Indonesia, Bumida Syariah dan Allianz Syariah. Sebagai bentuk sinergi kampus dengan industri, kata Euis, pihaknya juga mengadakan seminar atau workshop dengan mengundang praktisi untuk meningkatkan pengetahuan operasional mahasiswa.
Kamis, 10 September 2009
Kira-kira itulah yang menjadi judul dalam salah satu seminar hari kedua (09/09) Kajian Ekonomi Islam Ramadhan (KEISRA) 2009. Dengan tema peluang karier di perbankan syariah, Iman Ni’matullah Lc., S.Ei dari Bank Muamalat Indonesia menceritakan seluk beluk dan tips mengenai karier di perbankan syariah. Acara yang digelar di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah ini tidak banyak dihadiri peserta.
Peluang karier di perbankan syariah memang masih sangat terbuka luas. Industri yang baru booming satu dekade terakhir ini masih membutuhkan ribuan bahkan puluhan ribu Sumber Daya Insani (SDI). Belum lagi makin bertambahnya bank yang membuka unit syariah serta sepuluh Bank Umum Syariah (BUS) yang akan hadir di tahun 2010. Mengenai pertumbuhan industri ini pun cukup menjanjikan; sejak tahun 1992-2008 pertumbuhannya kurang lebih 60 persen.
Namun hal itu hanyalah faktor pendukung dari luar karena tentu pendorong utamanya ada dari dalam diri kita sendiri. Fakta di lapangan membuktikan bahwa orang yang bekerja di industri ini masih sedikit yang lulusan ekonomi Islam, khususnya perbankan syariah. Selain data di atas merupakan peluang tapi juga sekaligus menjadi pekerjaan rumah buat kita semua.
Kamis, 09 Juli 2009
Desain Jaket Lisensi: Tanggapannya?
Minggu, 07 Juni 2009
Belajar ke Museum Bank Indonesia
Bagi sebagian orang, jalan-jalan ke museum merupakan tempat yang membosankan dan terkesan kuno. Tapi menurut Lisensi, museum merupakan tempat rekreasi—yang tentu dapat menghilangkan kejenuhan—dan yang terpenting adalah tempat belajar. Tempat yang dipilih untuk rihlah kali ini adalah Museum Bank Indonesia (MBI).
Hari Minggu (7/06), sekitar 12 orang dari pengurus Lisensi berkunjung ke MBI dan belajar mengenai Bank Indonesia khususnya dan perekonomian Indonesia secara makro pada umumnya. Di sana kami belajar mengenai asal mula berdirinya Bank Indonesia, peran Bank Indonesia, teknik dan pengetahuan pengumpulan mata uang (numismatics) dan lain-lain.
Di awal kami memasuki ruang playmotion untuk menangkap koin-koin mata uang yang berterbangan. Setelah itu kami diajak untuk menyaksikan film tentang sejarah Bank Indonesia mulai dari zaman awal kedatangan bangsa Eropa hingga peran BI pada masa sekarang. Ruang terakhir yang dikunjungi adalah ruang numismatik dan ruang sejarah.
Minggu, 17 Mei 2009
Kembalinya P3EI
Selama ini kami merasa berjuang sendiri karena P3EI sibuk mengurusi ranah dakwah EKIS di tempat lain. Ketiadaan mereka untuk sementara tidak membuat nyali kami ciut untuk terus memperjuangkan tentang nilai-nilai ekonomi Islam yang kami yakini selama ini. Kami menganggap fase kemarin adalah sebuah tahap pendewasaan bagi kami untuk lebih mantap dan mandiri dalam mengemban misi dakwah ekonomi Islam di kampus kami yang oleh sebagian besar orang saat ini dianggap sebagai kampus liberal diikuti berbagai penamaan negatif lainnya.
Sore itu kami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melepas kangen kepada P3EI dengan cara menceritakan apa saja karya-karya kecil namun berharga yang telah kami perbuat selama ini. Kami pun tak segan untuk mengungkap sebagian impian kami yang belum terwujud. Didukung dengan suasana yang damai dan teduh di tengah hiruk pikuk kota Jakarta kami pun bercanda tawa bersama-sama.
Setelah mendengar cerita kami, mereka memberi kesan yang dalam atas apa yang kami perjuangkan selama ini. Bahkan mereka merasa "malu" karena sudah tidak lama menanyakan kabar anaknya selama ini. Tapi pertemuan sore itu menjadi pembayar atas ketiadaan komunikasi yang terjadi di antara kami.
Mereka mungkin sudah mengganggap kami anak yang beranjak dewasa sehingga mereka berpikir bahwa sudah saatnya untuk mendidik kami menjadi lebih siap dalam menghadapi tantangan ekonomi Islam ke depan. Dan... sore itu pun ditutup manis dengan pernyataan sikap mereka yang akan senantiasa mendukung dakwah ekonom Islam di rumah kami tercinta, UIN Syarif Hidayatullah.
Kami pun berjanji akan berusaha sekuat mungkin untuk membantu mereka dalam menyebarkan nilai-nilai luhur ekonomi Islam. Sahabat, nilai kemanfaatan yang ada pada diri kita sedang ditunggu banyak orang, ayo kita dahulukan tindakan agar mereka merasakan nilai-nilai itu!
ga ada sejarahnya kita lahir dari P3EI, LiSENSI itu karena prakarsa kaka2 kita yg dulu seprti ka Iman, bang sabeth, ka sunni, mba uci, mba enen, mba apri jd..kita bukan dilahirin sm P3EI, posisi kita di P3EI itu hanya pd jaman kepengurusan harun ketua lisensi 2005, posisi ini karena adanya sebuah tawaran karena memang selama ini org2 LISENSI suka membantu kegiatan P3EI, hingga akhirnya kita gabung u menjadi LSOnya P3EI..gitu deh ^_^
Jumat, 01 Mei 2009
G-20 (The Group of Twenty)
G-20 atau Kelompok 20 ekonomi utama adalah kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Secara resmi G-20 dinamakan The Group of Twenty (G-20) Finance Ministers and Central Bank Governors atau Kelompok Duapuluh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.
Kelompok ini dibentuk tahun 1999 sebagai forum yang secara sistematis menghimpun kekuatan-kekuatan ekonomi maju dan berkembang untuk membahas isu-isu penting perekonomian dunia. Pertemuan perdana G-20 berlangsung di Berlin, 15-16 Desember 1999 dengan tuan rumah menteri keuangan Jerman dan Kanada. Selanjutnya disingkat G-20.
Latar belakang pembentukan forum ini berawal dari terjadinya Krisis Keuangan 1998 dan pendapat yang muncul pada forum G-7 mengenai kurang efektifnya pertemuan itu bila tidak melibatkan kekuatan-kekuatan ekonomi lain agar keputusan–keputusan yang mereka buat memiliki pengaruh yang lebih besar dan mendengarkan kepentingan-kepentingan yang barangkali tidak tercakup dalam kelompok kecil itu. Jenis organisasi ini adalah sebuah organisasi yang berkarakterkan Forum konsultasi. Adapun tujuannya adalah "Mewadahi negara-negara industri dan berkembang secara bersama-sama mendiskusikan berbagai masalah kunci di bidang ekonomi dunia."
Rabu, 22 April 2009
Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah
Lingkar Studi Ekonomi Syariah (Lisensi) bekerja sama dengan Experience Consulting telah mengadakan Uji 8 Psikotes Perbankan Syariah pada hari Minggu (19/04). Acara yang diikuti lebih dari lima puluh peserta ini merupakan sebagai pengetahuan lebih awal mengenai cara-cara, teknik, serta tips and trick dalam menghadapi psikotes perbankan syariah.
Pihak dari Experience Consulting mengatakan bahwa tingkat kemiripan soal-soal psikotes tersebut dengan psikotes yang ada diperbankan adalah 75 persen sama. Dengan begitu para peserta dapat pengetahuan dan pengalaman lebih awal jika nantinya akan melamar di perusahaan tertentu. Acara yang dimulai dari pukul 8 pagi hingga 5 sore ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari UIN Jakarta saja, tapi juga terdapat mahasiswa dari Jogjakarta dan mahasiswa S2.
Selasa, 31 Maret 2009
SDM yang Mampu Mengembangkan Sistem Syariah
Pendahuluan
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Ta’ala pemilik alam semesta yang telah memberikan nikmat yang tak terhingga kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya di alam ini. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, seorang pemimpin yang telah berhasil memadukan kecerdasan intelektual,emosional, dan spiritual sehingga menjadi seorang suri tauladan yang baik bagi umatnya.
SDM atau Sumber Daya Manusia merupakan salah satu elemen penting yang harus ada dalam sebuah institusi atau perusahaan. Dalam dunia perbankan khususnya perbankan syariah perlu adanya SDM yang bukan hanya pandai dalam aspek ilmu ekonomi dan keuangan secara umum, tapi juga harus memiliki penguasaan ilmu syari’ah yang memadai. BI sendiri telah melansir bahwa industri keuangan syari’ah khususnya perbankan membutuhkan paling tidak 40.000 sumber daya manusia jika ingin mengejar pertumbuhan asset hingga 5 persen pada tahun 2008.
Selasa, 17 Maret 2009
Penguatan Ekonomi Domestik Melalui Kacang, Teh Botol, dan Jamu
Oleh: Riza Rizky Pratama (CEO Lisensi 08-09)
Baru-baru ini mungkin teman-teman sudah melihat iklan baru khususnya di media elektronik, tiga perusahaan nasional negeri ini yang meluncurkan iklan bersama dengan tajuk penguatan ekonomi domestik di tengah terpaan krisis global. Tiga perusahaan tersebut antara lain PT. Dua Kelinci, PT. Sosro, dan PT. Sido Muncul.
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa ketiga perusahaan tersebut telah banyak memproduksi barang yang sudah cukup akrab dengan kehidupan kita sehari-hari khususnya sebagai mahasiswa. Bagi pencinta bola misalnya pasti tak lengkap rasanya jika sedang menonton bola tidak ditemani dengan kacang garing Dua Kelinci. Khusus penggemar bakso pasti di samping mangkok baksonya biasa disuguhkan teh botol Sosro. Atau pun bagi mahasiswa yang cinta begadang pasti salah satu ramuan rahasia penghilang masuk anginnya yaitu dengan minum Tolak Angin.